CARA MENGUKUR TENSI DARAH

Published 16 April 2013 by rama cahyati

Tekanan darah merujuk kepada tekanan yang dialami darah pada pembuluh arteri darah ketika darah dipompa oleh jantung ke seluruh anggota tubuh manusia. Tekanan darah dibuat dengan mengambil dua ukuran dan biasanya diukur seperti berikut  120 /80 mmHg. Nomor atas (120) menunjukkan tekanan ke atas pembuluh arteri akibat denyutan jantung, dan disebut tekanan sistolik (tekanan darah pada saat terjadi kontraksi otot jantung). Nomor bawah (80) menunjukkan tekanan saat jantung beristirahat diantara pemompaan, dan disebut tekanan distolik (tekanan darah pada saat jantung tidak sedang berkonstraksi atau beristirahat).

Tekanan darah dalam kehidupan seseorang bervariasi secara alami. Bayi dan anak-anak secara normal memiliki tekanan darah yang jauh lebih rendah daripada dewasa. Tekanan darah juga dipengaruhi oleh aktivitas fisik, dimana akan lebih tinggi pada saat melakukan aktivitas dan lebih rendah ketika beristirahat. Tekanan darah dalam satu hari juga berbeda. Paling tinggi di waktu pagi hari dan paling rendah pada saat tidur malam hari.

Bila tekanan darah diketahui lebih tinggi dari biasanya secara berkelanjutan, orang itu dikatakan mengalami masalah darah tinggi. Penderita darah tinggi mesti sekurang-kurangnya mempunyai tiga bacaan tekanan darah yang melebihi 140/90 mmHg saat istirahat.

Baca selengkapnya →

sistem rangka katak

Published 20 Desember 2012 by rama cahyati

12-katak

ž  Rangka katak tersusun atas endoskeleton yang disokong oleh bagian-bagian yang lunak.

ž  Pada fase berudu tulang-tulangnya masih lunak dan menjadi keras pada fase dewasa.

ž  Pada sambungan-sambungan tulang masih tetap  lunak dengan permukaan yang licin.

ž  Skeleton:

ž  Skeleton axiale : tempurung kepala, vertebrae, dan sternum.

ž  Skeleton appendiculare : kaki.

ž  Tempurung kepala yang besar dan pipih terdiri atas:

ž  1. cranium yang sempit

ž  2. beberapa pasang kapsula sensoris dari  hidung kapsula pendengaran dan kapsula yang besar untuk mata.

ž  3. tulang-tulang rahang , os hyoid dan tulang raan dari larynx (skeleton viseral).

Baca selengkapnya →

KARAKTERISTIK GURU PROFESIONAL

Published 12 Desember 2012 by rama cahyati

Dalam proses belajar mengajar guru atau pendidik berperan membantu agar proses belajar mengajar oleh siswa berjalan lancar. Guru tidak menstransfer pengetahuan yang telah dimilikinya, melainkan membantu siswa untuk membentuk pengetahuannya sendiri. Guru dituntut untuk lebih memahami jalan pikiran atau cara pandang siswa dalam belajar. Guru tidak mengklaim bahwa satu-satunya cara yang tepat adalah yang sama dan sesuai dengan kemauannya. Dalam hal ini guru harus kreatif, profesional dan menyenangkan dengan memposisikan diri sebagai :

–          Orang tua, yang penuh kasih sayang kepada peserta didiknya.

–          Teman, tempat mengadu perasaan para peserta didik.

–          Fasilitator, yang selalu siap melayani peserta didik sesuai dengan minat dan bakatnya.

Baca selengkapnya →

Teori perkembangan kognitif Piaget

Published 12 Desember 2012 by rama cahyati

Teori Perkembangan Kognitif, dikembangkan oleh Jean Piaget, seorang psikolog Swiss yang hidup tahun 18961980.Teori perkembangan kognitif Piaget adalah salah satu teori yang menjelaskan bagaimana anak beradaptasi dengan dan menginterpretasikan objek dan kejadian-kejadian sekitarnya. Bagaimana anak mempelajari ciri-ciri dan fungsi dari objek-objek seperti mainan, perabot, dan makanan serta objek-objek sosial seperti diri, orangtua dan teman. Bagaimana cara anak mengelompokkan objek-objek untuk mengetahui persamaan-persamaan dan perbedaan-perbedaannya, untuk memahami penyebab terjadinya perubahan dalam objek-objek dan perisiwa-peristiwa dan untuk membentuk perkiraan tentang objek dan peristiwa tersebut.

Piaget memandang bahwa anak memainkan peran aktif didalam menyusun pengetahuannya mengenai realitas. Anak tidak pasif menerima informasi. Walaupun proses berfikir dalam konsepsi anak mengenai realitas telah dimodifikasi oleh pengalaman dengan dunia sekitarnya, namun anak juga berperan aktif dalam menginterpretasikan informasi yang ia peroleh melalui pengalaman, serta dalam mengadaptasikannya pada pengetahuan dan konsepsi mengenai dunia yang telah ia punyai.

Piaget percaya bahawa pemikiran anak-anak berkembang menurut tahap-tahap atau priode-periode yang terus bertambah kompleks. Menurut teori tahapan Piaget, setiap individu akan melewati serangkaian perubahan kualitatif yang bersifat invariant, selalu tetap, tidak melompat atau mundur. Perubahan kualitatif ini terjadi karena tekanan biologis untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan serta adanya pengorganisasian struktur berfikir.

Baca selengkapnya →

Reptil

Published 30 November 2012 by rama cahyati

Karakteristik Reptil

—  Mempunyai kulit bersisik

—  Hewan bertipe poikiloterm

—  Struktur tubuhnya terdiri dari caput, truncus, caudal, dan squama

—  Telur bertipe amniotic

—  Bernafas dengan paru-paru

—  Berkaki empat dan ada pula yang tidak memiliki kaki

Picture1

 

Kelebihan reptilia dibanding dengan ampibi

—  Adanya cangkang pada telur dan adanya amnion pada embrio.

—  Sisik epidermis

Pembagian Kelas Reptil

—  Kelas reptilia dibagi menjadi 2 sub-kelas, diantaranya adalah : Anapsida dan Diapsida

—  Sub-kelas Anapsida dibagi menjadi 1 ordo, yaitu Testudinata/Chelonia.

—  Sedangkan sub-kelas Diapsida dibagi 3 ordo, diantaranya: Squamata, Crocodilia, dan Rhynchocepalia (punah).

Baca selengkapnya →