Arsip

All posts for the month November, 2012

Reptil

Published 30 November 2012 by ramacahyati8910

Karakteristik Reptil

—  Mempunyai kulit bersisik

—  Hewan bertipe poikiloterm

—  Struktur tubuhnya terdiri dari caput, truncus, caudal, dan squama

—  Telur bertipe amniotic

—  Bernafas dengan paru-paru

—  Berkaki empat dan ada pula yang tidak memiliki kaki

Picture1

 

Kelebihan reptilia dibanding dengan ampibi

—  Adanya cangkang pada telur dan adanya amnion pada embrio.

—  Sisik epidermis

Pembagian Kelas Reptil

—  Kelas reptilia dibagi menjadi 2 sub-kelas, diantaranya adalah : Anapsida dan Diapsida

—  Sub-kelas Anapsida dibagi menjadi 1 ordo, yaitu Testudinata/Chelonia.

—  Sedangkan sub-kelas Diapsida dibagi 3 ordo, diantaranya: Squamata, Crocodilia, dan Rhynchocepalia (punah).

Baca selengkapnya →

TEORI BELAJAR DAN PEMBELAJARAN

Published 17 November 2012 by ramacahyati8910

Teori adalah serangkaian bagian atau variabel, definisi, dan dalil yang saling berhubungan yang menghadirkan sebuah pandangan sistematis mengenai fenomena dengan menentukan hubungan antar variabel, dengan menentukan hubungan antar variabel, dengan maksud menjelaskan fenomena alamiah.
Belajar adalah segenap rangkaian kegiatan atau aktivitas yang dilakukan secara sadar oleh seseorang dan mengakibatkan perubahan dalam dirinya berupa penambahan pengetahuan atau kemahiran berdasarkan alat indera dan pengalamannya. Oleh sebab itu apabila setelah belajar peserta didik tidak ada perubahan tingkah laku yang positif dalam arti tidak memiliki kecakapan baru serta wawasan pengetahuannya tidak bertambah maka dapat dikatakan bahwa belajarnya belum sempurna.
Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses pemerolehan ilmu dan pengetahuan. Jadi dapat dikatakan Teori belajar merupakan upaya untuk mendeskripsikan bagaimana manusia belajar, sehingga membantu kita semua memahami proses inhern yang kompleks dari belajar.

Baca selengkapnya →

STRATEGI PEMBELAJARAN EKSPERIMEN

Published 15 November 2012 by ramacahyati8910

Di dalam proses belajar mengajar, guru harus memiliki strategi, agar siswa dapat belajar secara efektif dan efisien, mengena pada tujuan yang diharapkan. Salah satu langkah untuk memiliki strategi itu ialah harus menguasai teknik-teknik penyajian, atau biasanya disebut metode mengajar (Roestiyah N.K, 1993:1).
Teknik penyajian pelajaran adalah suatu pengetahuan tentang cara-cara mengajar yang dipergunakan oleh guru atau instruktur. Pengertian lain ialah sebagai teknik penyajian yang dikuasai guru untuk mengajar atau menyajikan bahan pelajaran kepada siswa di dalam kelas, agar pelajaran tersebut dapat ditangkap, dipahami dan digunakan oleh siswa dengan baik. Salah satu teknik penyajian pelajaran yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik penyajian pelajaran eksperimen atau disebut juga dengan metode eksperimen. Dengan adanya kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan maka segala sesuatu memerlukan eksperimentasi. Begitu juga dalam cara mengajar guru di kelas digunakan teknik eksperimen, yaitu salah satu cara mengajar di mana siswa melakukan suatu percobaan tentang suatu hal, mengamati prosesnya serta menuliskan hasil percobaannya, kemudian hasil pengamatan itu disampaikan kekelas dan dievaluasi oleh guru.

Baca selengkapnya →

pengertian SEKOLAH EFEKTIF

Published 15 November 2012 by ramacahyati8910

Definisi Sekolah Efektif:
Taylor (1990) mendefinisikan sekolah efektif sebagai sekolah yang mengorgansiasikan dan memanfaatkan semua sumber daya yang dimilikinya untuk menjamin semua siswa (tanpa memandang ras, jenis kelamin maupun status sosial ekonomi) bisa mempelajari materi kurikulum yang esensial di sekolah.

Cheng (1996) mendefinisikan sekolah efektif sebagai sekolah yang memiliki kemampuan dalam menjalankan fungsinya secara maksimal, baik fungsi ekonomis, fungsi social kemanusiaan, fungsi politis, fungsi budaya maupun fungsi pendidikan.

Karakteristik Sekolah Efektif:
1. Kepemimpinan yang profesional
2. Visi dan tujuan bersama
3. Lingkungan belajar
4. Kensentrasi pada belajar-mengajar
5. Harapan yang tinggi
6. Penguatan/pengayaan/pemantapan yang positif
7. Pemantauan kemajuan
8. Hak dan tanggung jawab peserta didik
9. Pengajaran yang penuh makna
10. Organisasi pembelajar
11. Kemitraan keluarga-sekolah

Berbagai Dimensi Sekolah Efektif:

A. Dimensi Leadership
– Iklim dan atmosfer yang kondusif
– Tujuan jelas, dapat dicapai, relevan
– Guru berorientasi pengelolaan kelas yang baik
– Inservice Training yang efektif untuk guru

B. Dimensi Pendukung
– Konsensus terhadap nilai-nilai dan tujuan
– Rencana stratejik dan koordinasi
– Staf kunci yang berkelanjutan
– Dukungan Dinas Pendidikan dan Pemda

C. Dimensi Efisiensi
– Penggunaan waktu pelajaran yang efektif (intensitas interaksi)
– Lingkungan sekolah dan kelas yang disiplin
– Evaluasi dan umpan balik secara berkelanjutan
– Kegiatan kelas terstruktur dengan baik
– Petunjuk pembelajaran yang baik
– Penekanan terhadap pengetahuan dan skill yang tinggi
– Kesempatan untuk belajar secara maksimal

D. Dimensi Efficacy
– Harapan untuk mencapai prestasi tinggi
– Reward untuk prestasi dan kinerja tinggi
– Kerjasama dan interaksi dalam kelas
– Keterlibatan semua staf dalam peningkatan kinerja sekolah
– Otonomi dalam melaksanakan proses pembelajaran sekolah
– Guru yang empati dan memiliki kemampuan interpersonal dengan siswa
– Menekankan kepada pekerjaan rumah siswa
– Akuntabilitas terhadap hasil belajar
– Interaksi sesama guru yang baik yang efektif untuk guru

Berdasarkan sudut pandang keberhasilan sekolah, kemudian dikenal sekolah efektif yang mengacu pada sejauh mana sekolah dapat mencapai tujuan dan sasaran pendidikan yag telah ditetapkan. Dengan kata lain, sekolah disebut efektif jika sekolah tersebut dapat mencapai apa yang telah direncanakan. Pengertian umum sekolah efektif juga berkaitan dengan perumusan apa yang harus dikerjakan dengan apa yang telah dicapai. Sehingga suatu sekolah akan disebut efektif jika terdapat hubungan yang kuat antara apa yang telah dirumuskan untuk dikerjakan dengan hasil-hasil yang dicapai oleh sekolah, sebaliknya sekolah dikatakan tidak efektif bila hubungan tersebut rendah (Getzel, 1969).

Pada sekolah efektif seluruh siswa tidak hanya yang memiliki kemampuan tinggi dalam belajar tetapi juga yang memiliki kemampuan intelektualitas yang dapat mengembangkan dirinya sejauh mungkin jika dibandingkan dengan kondisi awal ketika rnereka baru memasuki sekolah. Sehingga tepatlah apa yang dikatakan Mortimore (1991:132) yang mendefinisikan sekolah efektif sebagai : one in which students progress further than might be expected from a consideration of intake. Harapan ini sedikit berbeda dengan kenyataan yang memfokuskan efektifitas sekolah pada penguasaan kemampuan intelektual yang tercermin dari hasil Nilai Ujian Akhir yang hanya menilai aspek intelektualitas tanpa dapat mengukur hasil belajar siswa dalam kepribadian secara utuh.

Simpulan dari sekolah efektif yang dapat ditarik dari penjelasan-penjelasan di atas adalah sekolah yang mampu mengoptimalkan semua masukan dan proses bagi ketercapaian output pendidikan yaitu prestasi sekolah terutama prestasi siswa yang ditandai dengan dimilikinya semua kemampuan berupa kompetensi yang dipersyaratkan di dalam belajar.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.